Siapa Jandel Roblox? Profil, Grow a Garden, dan Game Buatannya

Nama Jandel Roblox semakin sering muncul setelah Grow a Garden menjadi salah satu experience terbesar di platform tersebut. Pemain mungkin mengenalnya dari update mingguan, admin event, avatar monyet bermahkota, atau berbagai game Roblox lain yang pernah ia kerjakan.

Namun perjalanan Jandel jauh lebih panjang daripada Grow a Garden.

Nama aslinya adalah Janzen Madsen. Ia merupakan developer Roblox asal Selandia Baru sekaligus sosok di balik Splitting Point Studios, studio yang telah terlibat dalam puluhan experience Roblox dengan genre yang sangat beragam.

Beberapa proyek yang bisa dikaitkan secara jelas dengannya antara lain Wacky Wizards, Field Trip Z, a dusty trip, Gunfight Arena, Steep Steps, hingga Grow a Garden.

Tapi ada juga satu fakta yang sering salah ditulis: Jandel bukan developer yang menciptakan Grow a Garden dari nol.

Lalu bagaimana sebenarnya perjalanan Jandel di Roblox dan game apa saja yang memang pernah ia kerjakan? Berikut profil lengkapnya.

Siapa Jandel di Roblox?

Jandel adalah nama yang digunakan Janzen Madsen di komunitas Roblox.

Ia merupakan developer asal Selandia Baru dan CEO Splitting Point Studios.

Roblox sendiri pernah memperkenalkan Janzen Madsen sebagai CEO Splitting Point Studios ketika membahas perkembangan tools creator dan ekonomi Roblox.

Jandel juga pernah tampil dalam Roblox Tech Talks bersama founder dan CEO Roblox David Baszucki untuk membahas Grow a Garden, pengembangan game berskala besar, workflow tim, AI, sampai masa depan creation di Roblox.

Artinya, posisinya sekarang bukan sekadar pemain yang kebetulan mempunyai satu game viral.

Ia sudah berkembang menjadi developer sekaligus operator studio yang menangani berbagai proyek Roblox.

Kalau kamu baru mengenal platform Roblox, baca juga cara main Roblox online gratis untuk memahami perbedaan pemain, creator, developer, dan experience.

Apa Itu Splitting Point Studios?

Splitting Point Studios merupakan studio pengembangan Roblox yang dipimpin Jandel.

Situs resminya menjelaskan bahwa studio tersebut dimulai di Selandia Baru pada 2017 dan sekarang bekerja sebagai jaringan developer Roblox.

Splitting Point juga mengklaim telah mempunyai lebih dari 50 game dalam portofolionya.

Model kerjanya tidak selalu berarti Jandel membuat seluruh bagian game seorang diri.

Dalam development Roblox modern, satu experience bisa melibatkan:

  • programmer;
  • builder;
  • 3D artist;
  • UI designer;
  • game designer;
  • live-ops developer;
  • community manager;
  • dan partner studio lainnya.

Jandel sendiri pernah menjelaskan bahwa proyek yang sudah masuk fase live operations dapat berkembang menjadi tim yang jauh lebih besar daripada tim awal.

Karena itu, istilah seperti “game Jandel” sebaiknya dipahami sebagai proyek yang dibuat, dimiliki, dikelola, atau dikembangkan bersama studio dan timnya, bukan berarti seluruh game dibuat sendirian oleh satu orang.

Apakah Jandel yang Membuat Grow a Garden?

Bukan sebagai pencipta awalnya.

Grow a Garden pertama kali dibuat oleh developer muda yang dikenal sebagai BMWLux.

Menurut wawancara Jandel, versi awal game tersebut dibuat oleh developer berusia 16 tahun dan pada awalnya hanya mempunyai sekitar ratusan pemain concurrent.

Jandel kemudian melihat potensinya.

Splitting Point Studios bekerja sama dengan creator awal, mengambil bagian dalam proyek, lalu mengembangkan Grow a Garden menggunakan pendekatan live-service.

Tim mulai melakukan update secara rutin setiap minggu.

Dalam waktu relatif singkat, jumlah pemainnya meningkat dari ratusan concurrent users menjadi puluhan ribu, kemudian ratusan ribu, hingga akhirnya jutaan pemain bersamaan.

Apa Kontribusi Jandel di Grow a Garden?

Kontribusi terbesarnya bukan membuat prototype pertama.

Perannya lebih kuat pada scaling dan live operations.

Beberapa hal yang menjadi bagian dari pendekatan tersebut antara lain:

  • update konten secara rutin;
  • event;
  • penambahan fitur;
  • pengembangan tim;
  • pengelolaan komunitas;
  • optimasi experience untuk jumlah pemain sangat besar;
  • dan eksperimen gameplay berdasarkan respons pemain.

Jandel sendiri menjelaskan bahwa Splitting Point memang terbiasa menjalankan weekly updates pada game Roblox.

Strategi serupa kemudian diterapkan pada Grow a Garden.

Kenapa Grow a Garden Bisa Meledak?

Tidak ada satu faktor tunggal.

Konsep awalnya sangat sederhana: pemain menanam tanaman, menunggu tanaman tumbuh, menjual hasilnya, lalu mengembangkan kebun.

Loop tersebut mudah dipahami bahkan oleh pemain baru.

Namun setelah pengembangannya diperluas, Grow a Garden mendapatkan sistem live-service yang membuat pemain punya alasan untuk kembali secara rutin.

Update, event, mutation, pet, seed baru, sampai aktivitas komunitas membuat game sederhana tersebut terus berubah.

Jandel juga melihat game Roblox sebagai pengalaman sosial, bukan hanya kumpulan mechanic.

Ini menjadi salah satu topik yang ia bahas bersama Roblox dalam Tech Talks.

Apakah Jandel Pemilik Grow a Garden?

Lebih tepat mengatakan Jandel dan Splitting Point pernah menjadi stakeholder dan development partner penting daripada menyebut Jandel sebagai satu-satunya pemilik.

Creator awal tetap terlibat dalam struktur kepemilikan, sementara studio lain seperti Do Big Studios juga pernah masuk sebagai partner.

Struktur development dan operasional Grow a Garden juga mengalami perubahan setelah kesuksesan besar game tersebut.

Jadi klaim sederhana seperti “Jandel membeli Grow a Garden lalu menjadi pemilik penuh” tidak menggambarkan situasinya secara akurat.

Daftar Game Jandel Roblox

Portofolio Jandel cukup luas.

Namun daripada memasukkan setiap game yang pernah dikaitkan dengannya tanpa konteks, lebih aman melihat beberapa proyek yang hubungannya dengan Jandel atau Splitting Point bisa diverifikasi dengan jelas.

1. Grow a Garden

Grow a Garden menjadi proyek yang paling membuat nama Jandel dikenal pemain Roblox generasi sekarang.

Game ini bukan karya awal Jandel, tetapi Splitting Point bergabung ketika game masih relatif kecil kemudian membantu mengembangkan dan menjalankan live-service-nya.

Grow a Garden akhirnya berkembang menjadi fenomena Roblox dengan jumlah pemain bersamaan yang sangat besar.

2. a dusty trip

Sebelum Grow a Garden, a dusty trip sudah menjadi salah satu proyek besar yang terkait dengan Splitting Point.

Gameplay-nya membawa pemain melakukan perjalanan menggunakan kendaraan sambil mencari resource, memperbaiki kendaraan, dan bertahan dari berbagai gangguan di sepanjang jalan.

Jandel pernah menjadikan a dusty trip sebagai contoh bagaimana sistem discovery Roblox membantu sebuah experience menemukan audiensnya.

Roblox mencatat game tersebut sudah melewati lebih dari satu miliar play.

3. Wacky Wizards

Wacky Wizards merupakan salah satu game besar Jandel sebelum era Grow a Garden.

Halaman Roblox game tersebut secara langsung mencantumkan:

  • Foryxe;
  • dan Jandel

sebagai creator.

Konsepnya sederhana tetapi kreatif: pemain mencampurkan berbagai ingredients untuk menghasilkan potion dengan efek aneh.

Satu kombinasi bisa membuat tubuh membesar, berubah bentuk, mendapatkan ability tertentu, atau menghasilkan efek absurd lainnya.

4. Field Trip Z

Field Trip Z juga menjadi bagian dari portofolio Splitting Point.

Game ini mengambil konsep story adventure bertema zombie.

Pemain mengikuti perjalanan yang bercabang berdasarkan pilihan dan event yang terjadi selama permainan.

Game seperti ini menunjukkan bahwa Jandel tidak hanya bekerja pada genre simulator.

5. Gunfight Arena

Gunfight Arena membawa Jandel ke arah gameplay shooter yang jauh berbeda dari Wacky Wizards maupun Grow a Garden.

Roblox sendiri pernah mencantumkan Gunfight Arena sebagai salah satu proyek Jandel dalam program creator mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa portofolionya memang cukup fleksibel.

6. Steep Steps

Steep Steps merupakan experience climbing dengan konsep sederhana tetapi sengaja dibuat sulit.

Pemain harus mendaki gunung menggunakan tangga sambil berusaha tidak menjatuhkan tangga tersebut ke bawah.

Deskripsi resmi game bahkan menutup keterangannya dengan nama jandel.

Tim Steep Steps juga mengembangkan Simple Steps sebagai versi yang lebih santai dari konsep tersebut.

7. Floppy Fighters

Floppy Fighters merupakan salah satu proyek lama Splitting Point yang menggunakan physics sebagai bagian utama gameplay.

Pemain bertarung menggunakan karakter ragdoll dengan gerakan yang sengaja terasa kacau.

Game ini menunjukkan gaya eksperimen physics yang sudah muncul dalam karya studio jauh sebelum Grow a Garden.

8. Rolling Thunder

Rolling Thunder merupakan proyek shooter lain yang dikembangkan di bawah ekosistem Splitting Point.

Experience ini mengambil pendekatan combat yang lebih serius dibanding banyak game Jandel lainnya.

9. Time Travel Adventures

Time Travel Adventures termasuk salah satu game story lama yang dikembangkan dalam ekosistem Jandel.

Konsepnya membawa pemain berpindah ke berbagai periode dan skenario melalui perjalanan waktu.

Game tersebut menjadi bagian dari fase karier Jandel sebelum studio mulai mengembangkan proyek dengan skala yang jauh lebih besar.

10. Plants & Brainrots

Plants & Brainrots juga dikaitkan dengan studio milik Jandel melalui group Splitting Point – PVB.

Game ini menggunakan formula defense dan progression yang mengambil inspirasi dari konsep plants-versus-enemies, kemudian membungkusnya dengan tren brainrot Roblox.

Popularitasnya membuat nama Jandel kembali dikaitkan dengan proyek viral setelah Grow a Garden.

Apakah Jandel Membuat BedWars?

Jawabannya perlu konteks.

Profil Roblox Jandel memang memiliki game lama bernama Bed Wars! dan Bed Wars MEGA.

Salah satu Bed Wars miliknya dibuat pada 2017 dan sempat mendapatkan puluhan juta visits.

Tapi itu tidak berarti Jandel adalah creator dari setiap game Roblox bernama BedWars.

Secara khusus, jangan mencampurkan game lamanya dengan BedWars populer lain yang dibuat oleh developer berbeda.

Kesamaan judul bukan bukti bahwa game tersebut mempunyai developer yang sama.

Kenapa Game Jandel Punya Genre yang Berbeda-beda?

Kalau melihat portofolionya, sulit menemukan satu genre yang benar-benar menjadi identitas tunggal.

Ada:

  • story game;
  • shooter;
  • physics game;
  • survival;
  • climbing;
  • sandbox;
  • farming;
  • hingga tycoon.

Pola yang lebih jelas justru ada pada cara game tersebut dikembangkan.

Jandel banyak berbicara tentang pentingnya membuat konsep yang mudah dipahami, menyenangkan dimainkan bersama teman, kemudian memperbaikinya berdasarkan respons pemain.

Ia tidak terpaku pada gagasan bahwa sebuah game harus mempunyai development cycle yang sangat panjang sebelum dirilis.

Jandel dan Strategi Live-Service Roblox

Salah satu kekuatan Splitting Point adalah live operations.

Daripada membuat game lalu meninggalkannya, tim dapat terus menambahkan:

  • content update;
  • limited event;
  • reward baru;
  • mechanic baru;
  • balance changes;
  • dan social features.

Strategi ini penting di Roblox karena pemain mempunyai pilihan experience yang sangat banyak.

Kalau sebuah game berhenti berkembang, pemain bisa dengan cepat berpindah ke pengalaman lain.

Jandel Tidak Selalu Membuat Game dari Nol

Ini justru menjadi salah satu bagian menarik dari kariernya.

Sebagian developer hanya fokus membuat original project dari prototype sampai release.

Jandel dan Splitting Point juga mempunyai pengalaman masuk ke game yang sudah mempunyai fondasi, kemudian memperbesar operasi dan audiensnya.

Grow a Garden menjadi contoh paling jelas.

Prototype dan core gameplay sudah ada, tetapi live-service, development capacity, dan scale-nya kemudian diperbesar secara drastis.

Ini juga menunjukkan bahwa development Roblox bukan selalu tentang siapa yang menulis script pertama.

Game besar membutuhkan produksi, live operations, scaling, community management, sampai monetization.

Apakah Jandel Bisa Coding?

Jandel dikenal sebagai game developer, bukan sekadar investor atau publisher.

Dalam wawancara mengenai development Roblox, ia membahas coding, development workflow, backend game, penggunaan tim specialist, serta bagaimana codebase harus terus diperbaiki ketika game berkembang.

Namun pada proyek besar, pekerjaan development tentu tidak dilakukan sendiri.

Splitting Point mempunyai developer lain yang menangani berbagai bidang teknis dan kreatif.

Kalau kamu sendiri tertarik mencoba sisi development Roblox, kamu bisa mulai dari memahami ekosistem Roblox lalu belajar Roblox Studio dan Luau.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Kesuksesan Jandel?

1. Game Tidak Harus Rumit untuk Menarik

Grow a Garden mempunyai core loop yang sangat mudah dijelaskan.

Tanam, tunggu, panen, jual, lalu kembangkan kebun.

Kesederhanaan membuat pemain baru cepat memahami apa yang harus dilakukan.

2. Update Bisa Sama Pentingnya dengan Launch

Launch bukan akhir dari development.

Dalam game live-service, update setelah peluncuran bisa menentukan apakah pemain tetap kembali atau meninggalkan game.

3. Dengarkan Perilaku Pemain

Developer tidak hanya perlu membaca komentar.

Mereka juga bisa melihat bagaimana pemain benar-benar menggunakan fitur, berapa lama sesi bermain berlangsung, dan konten apa yang membuat pemain kembali.

4. Social Gameplay Punya Nilai Besar

Roblox sendiri menyebut sesi bermain bersama teman rata-rata dapat berlangsung lebih lama dibanding bermain sendirian.

Banyak project Splitting Point juga dirancang supaya lebih menarik dimainkan bersama orang lain.

5. Tim Menjadi Penting ketika Game Membesar

Game yang awalnya bisa dikelola beberapa orang dapat membutuhkan puluhan developer setelah jumlah pemain meningkat.

Jandel pernah menjelaskan bahwa live-ops a dusty trip melibatkan tim jauh lebih besar dibanding tahap awal development.

Apakah Jandel Salah Satu Developer Terbesar Roblox?

Istilah “terbesar” sulit diukur karena bisa berarti jumlah visits, pendapatan, jumlah game, jumlah pemain, atau pengaruh terhadap komunitas.

Namun Jandel jelas termasuk creator Roblox dengan portofolio yang cukup panjang dan pernah menangani beberapa experience berskala sangat besar.

Splitting Point sendiri menyebut mempunyai lebih dari 50 game dalam jaringan mereka.

Roblox juga beberapa kali menghadirkan Jandel dalam pembahasan resmi mengenai creator economy dan development.

Jadi lebih aman mengatakan ia merupakan salah satu developer Roblox yang cukup berpengaruh dalam ekosistem creator modern daripada memberikan ranking yang sulit diverifikasi.

Kenapa Avatar Jandel Berbentuk Monyet?

Pemain Grow a Garden mungkin lebih mudah mengenali avatar Jandel daripada wajah aslinya.

Avatar yang sering dikaitkan dengannya menggunakan karakter monyet dengan pakaian formal dan mahkota merah.

Karakter tersebut kemudian semakin dikenal setelah muncul dalam aktivitas Grow a Garden, termasuk berbagai event yang melibatkan developer.

Akhirnya avatar itu menjadi semacam identitas visual Jandel di komunitas Roblox.

Apa Itu Admin Event Jandel?

Popularitas Jandel di Grow a Garden juga tidak lepas dari event yang sering disebut pemain sebagai Admin Abuse.

Istilahnya terdengar negatif, tetapi dalam konteks Grow a Garden biasanya merujuk pada developer menggunakan admin powers untuk membuat event server yang sengaja dirancang sebagai hiburan.

Contohnya bisa berupa perubahan environment, efek khusus, mutation, atau kejadian tidak biasa yang hanya muncul ketika event berlangsung.

Format seperti ini membuat update terasa seperti acara komunitas, bukan hanya perubahan patch note.

Apakah Jandel Masih Mengelola Grow a Garden?

Peran Jandel di Grow a Garden telah berubah dibanding fase ketika game sedang berkembang sangat cepat pada 2025.

Seiring berkembangnya project, struktur developer dan operator game juga mengalami perubahan.

Karena itu, jangan menganggap seluruh update Grow a Garden sekarang pasti dibuat atau dijalankan langsung oleh Jandel.

Lebih tepat mengingatnya sebagai salah satu sosok yang memainkan peran besar dalam pertumbuhan game setelah prototype awal dibuat BMWLux.

Jangan Tertipu Akun Jandel Palsu

Popularitas Jandel juga membuat banyak akun imitasi muncul di media sosial.

Jangan percaya seseorang hanya karena memakai foto, avatar, atau Display Name Jandel.

Terutama kalau akun tersebut menawarkan:

  • Robux gratis;
  • pet Grow a Garden;
  • admin access;
  • kode rahasia;
  • item eksklusif;
  • atau giveaway yang meminta login Roblox.

Jangan pernah memberikan password, OTP, backup code, Quick Login Code, Passkey, atau browser cookie.

Kalau terlanjur kehilangan akses akun, gunakan cara memulihkan akun Roblox yang lupa password atau diretas.

Apakah Game Jandel Membutuhkan Robux?

Sebagian besar experience Roblox dapat dimainkan tanpa harus langsung membeli Robux.

Namun developer dapat menawarkan monetisasi seperti:

  • Pass;
  • Developer Product;
  • private server;
  • subscription;
  • atau item tertentu.

Pembelian tersebut biasanya opsional dan tergantung desain masing-masing game.

Kalau ingin memahami cara mendapatkan saldo tanpa generator palsu, baca cara mendapatkan Robux 2026 dengan aman.

Jangan Beli Item dari Link Random yang Mengatasnamakan Developer

Game populer sering melahirkan pasar tidak resmi untuk pet, currency, atau item langka.

Masalahnya, transaksi di luar sistem resmi bisa membawa risiko scam atau pencurian akun.

Kalau seseorang mengatasnamakan Jandel atau developer lain lalu meminta login melalui website asing, jangan lanjutkan.

Kamu juga bisa membaca Robuxday aman atau scam untuk mengenali pola situs yang meminta kredensial dengan iming-iming hadiah Roblox.

Ganti HP Tidak Menghilangkan Game atau Robux

Game yang dimainkan, item akun, dan saldo Roblox mengikuti akun, bukan hanya perangkat.

Kalau ingin memainkan Grow a Garden, Wacky Wizards, atau game lainnya di HP baru, login menggunakan akun yang sama.

Panduan selengkapnya bisa dibaca melalui cara memindahkan akun Roblox ke HP baru.

Kalau Ingin Main Bareng Teman

Salah satu kekuatan game Roblox adalah pengalaman sosialnya.

Kamu bisa bermain bersama teman di berbagai experience, termasuk game multiplayer dari studio seperti Splitting Point.

Kalau ingin memberikan Robux kepada teman untuk membeli Pass atau kebutuhan game tertentu, jangan berbagi password akun.

Gunakan mekanisme resmi yang bisa kamu pelajari melalui cara kirim Robux ke teman di Roblox 2026.

Jandel Bukan Cuma “Developer Grow a Garden”

Grow a Garden memang membuat nama Jandel jauh lebih dikenal pemain baru.

Namun karier Janzen Madsen di Roblox sudah terbentuk dari berbagai proyek sebelumnya seperti Wacky Wizards, Field Trip Z, a dusty trip, Gunfight Arena, dan berbagai game lain yang pernah dikembangkan bersama jaringan Splitting Point.

Grow a Garden justru memperlihatkan kemampuan lain: menemukan potensi game yang masih kecil, membangun tim di sekitarnya, kemudian menjalankan live-service dengan update yang konsisten.

Kalau kamu memainkan game Roblox dan membutuhkan Robux untuk membeli Pass, avatar item, atau kebutuhan lain, kamu bisa cek pilihan Top Up Robux melalui yokkstore.id.

Tetap gunakan Robux sesuai kebutuhan dan jangan pernah menyerahkan password, OTP, atau browser cookie kepada pihak yang mengaku sebagai developer Roblox.

FAQ Jandel Roblox

Siapa Jandel Roblox? Jandel adalah nama yang digunakan Janzen Madsen, developer Roblox asal Selandia Baru dan CEO Splitting Point Studios yang dikenal melalui berbagai game seperti a dusty trip, Wacky Wizards, Field Trip Z, dan Grow a Garden.
Siapa nama asli Jandel? Nama asli Jandel adalah Janzen Madsen.
Jandel berasal dari mana? Jandel merupakan developer asal Selandia Baru. Splitting Point Studios yang dipimpinnya juga berawal dari Selandia Baru.
Apakah Jandel pencipta Grow a Garden? Bukan pencipta versi awalnya. Grow a Garden awalnya dibuat oleh developer muda yang dikenal sebagai BMWLux. Jandel dan Splitting Point kemudian menjadi development partner dan memainkan peran besar dalam scaling serta live-service game.
Apa itu Splitting Point Studios? Splitting Point Studios adalah studio pengembangan Roblox yang dipimpin Janzen Madsen. Studio tersebut menyebut telah mengembangkan atau mengelola lebih dari 50 game Roblox.
Game apa saja yang dibuat Jandel? Beberapa proyek yang jelas dikaitkan dengan Jandel atau Splitting Point antara lain Wacky Wizards, a dusty trip, Field Trip Z, Gunfight Arena, Steep Steps, Floppy Fighters, Rolling Thunder, Time Travel Adventures, Grow a Garden, dan Plants & Brainrots.
Apakah Jandel membuat Wacky Wizards? Ya. Halaman resmi Wacky Wizards di Roblox mencantumkan Foryxe dan Jandel sebagai creator game tersebut.
Apakah Jandel membuat BedWars? Jandel memang mempunyai game Roblox lama bernama Bed Wars! dan Bed Wars MEGA. Namun jangan menyamakannya dengan semua game bernama BedWars di Roblox karena developer-nya bisa berbeda.
Apa peran Jandel di Grow a Garden? Jandel dan Splitting Point masuk setelah game dibuat dan membantu memperbesar development, membangun live-service, menjalankan update rutin, serta mengembangkan game hingga menjangkau pemain dalam skala sangat besar.
Apakah Jandel masih aktif di Roblox? Ya, Jandel masih dikenal sebagai developer dan pimpinan Splitting Point Studios, walaupun keterlibatannya pada setiap project dapat berubah seiring berkembangnya tim dan struktur pengelolaan game.

Subscribe

Related articles

Roblox Mewarnai: Aktivitas Kreatif untuk Anak dan Cara Download Gambarnya

Roblox mewarnai bisa jadi pilihan aktivitas sederhana untuk anak...

Pal Face Roblox: Apa Itu, Cara Mendapatkan, dan Bikin Style Serupa

Pal Face Roblox sering dicari pemain yang ingin membuat...

Skin Roblox Gratis: Fungsi, Cara Mendapatkan, dan Tips Aman

Skin Roblox gratis sering dicari pemain yang ingin mengubah...

Script Roblox: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuat untuk Pemula

Script Roblox menjadi salah satu hal pertama yang perlu...

Cara Melihat Item Favorit di Roblox dengan Mudah lewat HP dan PC

Cara melihat item favorit di Roblox berguna kalau kamu...