Argus punya gaya bermain yang cukup berbeda dibanding banyak Fighter lain di Mobile Legends. Hero ini bisa bermain sangat agresif ketika ultimate tersedia, tetapi akan mudah dihukum kalau masuk war tanpa timing dan positioning yang jelas.
Karena itu, build Argus tidak cukup hanya mengejar damage besar. Attack speed, sustain, serta kemampuan menembus pertahanan lawan perlu dipadukan agar Argus tetap berbahaya ketika pertandingan masuk mid hingga late game.

Berdasarkan sumber, beberapa item seperti Corrosion Scythe, Demon Hunter Sword, Golden Staff, Haas’s Claws, Malefic Roar, sampai Immortality bisa menjadi pilihan. Berikut penjelasan lengkapnya.
Mengenal Argus di Mobile Legends
Role: Fighter
Posisi: EXP Lane
Argus dikenal sebagai Fighter yang sangat mengandalkan basic attack. Semakin nyaman ia menyerang tanpa terputus, semakin besar tekanan yang bisa diberikan kepada hero maupun turret.
Keunikan terbesarnya datang dari ultimate yang membuat Argus mampu bertahan dari kondisi yang biasanya akan membuat hero lain tumbang. Hal ini membuka kesempatan untuk bermain agresif, terutama ketika HP sudah rendah dan lawan mulai menggunakan skill penting mereka.
Kelebihan Argus: Attack speed tinggi, kuat dalam duel jarak dekat, bagus untuk split push, dan berbahaya ketika late game.
Kekurangan Argus: Early game relatif membutuhkan farming, sangat bergantung pada timing ultimate, dan bisa kesulitan kalau tidak mampu mendekati target.
Build Argus Mobile Legends

Menurut sumber, build Argus berfokus pada tiga kebutuhan utama: attack speed, sustain, dan damage. Kombinasi tersebut membuat basic attack Argus lebih konsisten sekaligus membantunya bertahan ketika duel berlangsung lama.
1. Corrosion Scythe
Corrosion Scythe menjadi salah satu item utama karena memberikan attack speed sekaligus efek yang membantu Argus menempel pada target.
Ini penting karena sebagian besar damage Argus datang ketika ia bisa terus melakukan basic attack tanpa memberikan banyak ruang kepada lawan untuk kabur.
Item ini sangat membantu ketika menghadapi hero yang tidak mempunyai banyak dash atau ketika Argus sudah berhasil mendekati target.
2. Demon Hunter Sword
Demon Hunter Sword atau DHS memberikan tambahan damage yang relevan ketika menghadapi hero dengan HP tinggi.
Menurut sumber, item ini mempunyai sinergi yang baik dengan gaya bermain Argus yang mengandalkan attack speed. Semakin sering basic attack masuk, semakin konsisten pula damage yang diberikan.
DHS menjadi semakin menarik ketika lawan mempunyai beberapa Fighter atau Tank yang sulit ditumbangkan hanya dengan damage biasa.
3. Golden Staff
Golden Staff melengkapi dua item sebelumnya dengan membuat efek serangan berbasis basic attack bekerja lebih konsisten.
Kombinasi Corrosion Scythe, Demon Hunter Sword, dan Golden Staff membuat Argus semakin nyaman ketika melakukan duel panjang.
Build seperti ini lebih berfokus pada serangan beruntun dibanding mengejar satu kali burst besar.
4. Haas’s Claws
Haas’s Claws digunakan untuk menambah sustain melalui lifesteal.
Ketika Argus sudah berada dalam pertarungan jarak dekat dan terus melakukan basic attack, kemampuan memulihkan HP membantu menjaga momentumnya.
Sumber menyoroti item ini sebagai salah satu pendukung penting ketika ultimate sedang digunakan sehingga Argus punya kesempatan memulihkan kondisi sambil terus menyerang.
5. Malefic Roar
Malefic Roar bisa mulai dipertimbangkan ketika lawan sudah membangun Physical Defense.
Tanpa penetration yang cukup, damage Argus dapat terasa jauh lebih ringan ketika berhadapan dengan Tank atau Fighter yang sudah memiliki beberapa item defense.
Karena itu, item ini lebih relevan ketika pertandingan mulai memasuki mid hingga late game.
6. Immortality atau Rose Gold Meteor
Slot terakhir bisa menyesuaikan kondisi pertandingan.
Immortality memberikan tambahan keamanan ketika Argus harus masuk cukup dalam ke area lawan. Efek hidup kembali bisa menjadi kesempatan kedua kalau war belum selesai.
Sementara itu, sumber menyebut Rose Gold Meteor sebagai alternatif ketika tim lawan mempunyai ancaman Magic Damage atau burst yang cukup besar.
Jangan memaksakan satu item untuk semua pertandingan. Lihat siapa sumber damage terbesar lawan sebelum menentukan pilihan akhir.
Urutan Build Argus yang Bisa Dicoba
Berdasarkan rekomendasi sumber, susunan item Argus dapat menggunakan urutan berikut:
- Corrosion Scythe
- Demon Hunter Sword
- Golden Staff
- Haas’s Claws
- Malefic Roar
- Immortality atau Rose Gold Meteor
Urutan tersebut bukan berarti harus selalu digunakan persis sama di setiap pertandingan. Kalau lawan mempunyai burst yang terlalu tinggi, item survivability bisa dibeli lebih cepat.
Emblem Argus yang Direkomendasikan

Dalam sumber, Fighter Emblem menjadi pilihan utama untuk Argus.
Setelan emblem yang disebutkan adalah:
- Bravery untuk tambahan Physical Attack.
- Invasion untuk Physical Penetration.
- Festival of Blood sebagai talent utama.
Festival of Blood digunakan untuk menambah sustain melalui spell vamp. Menurut sumber, kombinasi sustain dari emblem dan item membantu Argus bertahan lebih lama ketika pertarungan berlangsung.
Sumber juga memberikan Assassin Emblem dengan Killing Spree sebagai alternatif untuk gaya bermain yang lebih agresif.
Pilihan tersebut lebih cocok kalau kamu ingin melakukan snowball dan mendapatkan keuntungan dari eliminasi. Namun, pendekatan ini juga membuat permainan terasa lebih berisiko karena fokusnya tidak sebesar Fighter Emblem dalam hal sustain.
Cara Main Argus agar Tidak Mudah Tumbang
Build yang bagus tidak akan banyak membantu kalau ultimate digunakan terlalu cepat atau Argus masuk ke team fight pada momen yang salah.
Berikut beberapa tips bermain yang ditekankan dalam sumber.
1. Jangan Terlalu Cepat Menggunakan Ultimate
Ultimate adalah salah satu resource terpenting Argus.
Kalau digunakan ketika HP masih tinggi dan lawan belum menggunakan damage utama, efeknya bisa habis sebelum pertarungan benar-benar mencapai momen krusial.
Sumber menyarankan mengaktifkannya ketika HP sudah berada dalam kondisi kritis agar durasinya benar-benar dimanfaatkan untuk terus menyerang dan bertahan.
2. Fokus Farming saat Early Game
Argus membutuhkan item agar basic attack-nya mulai memberikan tekanan besar.
Karena itu, jangan memaksakan duel yang tidak diperlukan ketika Corrosion Scythe dan item inti lainnya belum terbentuk.
Prioritaskan clear minion, jaga EXP dan gold, serta ambil resource tambahan jika memang aman.
Semakin cepat item inti selesai, semakin cepat pula Argus bisa mulai memberikan tekanan ke lane lawan.
3. Manfaatkan Split Push
Attack speed membuat Argus cocok memberikan tekanan melalui split push.
Kalau kedua tim sedang saling menjaga area tetapi tidak ada objektif besar yang segera diperebutkan, Argus bisa mendorong lane lain dan memaksa satu atau lebih hero lawan untuk kembali.
Namun, split push bukan berarti menyerang turret tanpa memperhatikan map. Selalu perhatikan posisi lawan dan jangan terlalu lama bertahan ketika beberapa hero menghilang dari minimap.
4. Masuk Team Fight dari Samping
Argus bukan Tank yang harus selalu berdiri paling depan ketika war baru dimulai.
Kalau masuk pertama, lawan bisa langsung memberikan seluruh crowd control dan menjaga jarak sampai ultimate Argus habis.
Cari sudut dari samping atau belakang. Tunggu sebagian skill penting lawan digunakan, kemudian masuk untuk mengejar Marksman atau Mage yang berada di backline.
5. Maksimalkan Late Game
Argus menjadi semakin berbahaya setelah item attack speed dan damage-nya lengkap.
Pada fase ini, kesalahan positioning dari lawan bisa langsung dihukum melalui duel maupun split push.
Meski begitu, jangan merasa kebal hanya karena ultimate tersedia. Crowd control tetap bisa menghabiskan waktu penting dan membuat Argus gagal memberikan damage selama ultimate aktif.
Kesalahan yang Sering Dilakukan User Argus
Kesalahan pertama adalah terlalu percaya diri masuk war sendirian. Ultimate memang memberikan kesempatan untuk bertahan, tetapi Argus tetap bisa dibuat tidak efektif kalau terkena crowd control terus-menerus.
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan ultimate terlalu dini. Begitu efeknya selesai, lawan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memberikan serangan berikutnya.
Selain itu, jangan terlalu fokus mencari kill sampai melupakan turret. Salah satu kelebihan Argus justru terletak pada kemampuan memberikan tekanan terhadap lane.
Kalau posisi lawan sedang berkumpul jauh dari lane, split push bisa memberikan keuntungan yang lebih besar daripada memaksakan team fight yang belum tentu dimenangkan.
Sesuaikan Build dengan Kondisi Pertandingan
Build Argus yang berfokus pada Corrosion Scythe, Demon Hunter Sword, dan Golden Staff membuat serangannya semakin konsisten. Namun, tiga item tersebut bukan jawaban untuk semua kondisi.
Lawan dengan armor tinggi mungkin membuat Malefic Roar perlu dibeli lebih cepat. Sebaliknya, kalau burst lawan terlalu besar, item survivability bisa diprioritaskan sebelum seluruh item damage selesai.
Yang paling penting adalah memahami kapan harus farming, kapan melakukan split push, serta kapan masuk ke team fight. Argus akan jauh lebih sulit dihentikan kalau item dan timing permainannya sama-sama sudah matang.
Kalau kamu membutuhkan Diamond untuk berbagai kebutuhan akun Mobile Legends, kamu juga bisa menggunakan layanan top up instan melalui Yokkstore.id. Pastikan data akun dan nominal yang dipilih sudah sesuai sebelum menyelesaikan transaksi.
FAQ
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Apa build Argus yang direkomendasikan? | Berdasarkan sumber, build Argus dapat menggunakan Corrosion Scythe, Demon Hunter Sword, Golden Staff, Haas’s Claws, Malefic Roar, lalu Immortality atau Rose Gold Meteor. |
| Apa item inti Argus? | Corrosion Scythe, Demon Hunter Sword, dan Golden Staff menjadi tiga item utama yang disebut dalam sumber untuk meningkatkan attack speed serta damage basic attack Argus. |
| Emblem apa yang cocok untuk Argus? | Sumber merekomendasikan Fighter Emblem dengan Bravery, Invasion, dan Festival of Blood. Assassin Emblem dengan Killing Spree juga disebut sebagai alternatif untuk gaya bermain agresif. |
| Kapan ultimate Argus sebaiknya digunakan? | Sumber menyarankan menggunakan ultimate ketika HP sudah berada dalam kondisi kritis agar durasinya lebih efektif dan Argus dapat terus menyerang selama momen penting. |
| Apakah Argus bagus untuk split push? | Ya. Attack speed tinggi membuat Argus efektif memberikan tekanan ke turret, terutama ketika lawan sedang berkumpul di sisi map lain. |
