Menyebut sebuah hero sebagai “hero terjelek di ML” sebenarnya cukup subjektif. Hero yang terasa lemah di tangan satu pemain belum tentu benar-benar buruk ketika digunakan pemain yang sudah memahami mekaniknya.

Namun, statistik Ranked tetap bisa memberi gambaran apakah sebuah hero sedang kesulitan mengikuti META. Kalau win rate terus tertinggal, pick-nya minim, dan hero lain menawarkan fungsi yang sama dengan hasil lebih konsisten, wajar kalau mulai muncul pembahasan soal buff, adjustment, bahkan revamp.
Hal ini juga membuat daftar hero lemah cepat kedaluwarsa. Beberapa hero yang dianggap tertinggal pada Season 40 justru kembali kuat ketika memasuki Season 41.
Berdasarkan kondisi patch 2.1.95a pada akhir Agustus 2026, berikut beberapa hero MLBB yang sedang underperform dan menarik untuk mendapatkan perhatian dari MOONTON.
Apa Maksud Hero Underperform di Mobile Legends?

Hero underperform bukan berarti sama sekali tidak bisa digunakan.
Istilah tersebut lebih tepat untuk hero yang secara keseluruhan sedang menghasilkan performa lebih rendah dibanding pilihan lain di role atau lane yang sama.
Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya:
- mekaniknya kalah efisien dari hero baru;
- terlalu mudah di-counter;
- membutuhkan setup terlalu panjang;
- damage atau durability tidak sebanding dengan risiko;
- terlalu bergantung pada kondisi tertentu;
- perubahan META membuat keunggulannya tidak lagi terlalu relevan.
Win rate juga tidak boleh digunakan sendirian. Hero dengan mekanik sangat sulit bisa mempunyai win rate rendah karena banyak pemain belum menguasainya.
Karena itu, daftar berikut lebih tepat dibaca sebagai hero yang sedang membutuhkan perhatian, bukan vonis bahwa mereka tidak boleh dimainkan.
7 Hero MLBB yang Sedang Underperform di Season 41
1. Granger
Granger menjadi salah satu nama yang paling mencolok dari statistik Ranked saat ini karena performanya berada jauh di bawah banyak Marksman lain.
Masalah Granger bukan berarti damage-nya hilang sama sekali. Ia masih bisa menghasilkan burst tinggi ketika semua peluru Rhapsody mengenai target.
Namun, Gold Lane sekarang diisi banyak Marksman yang bisa memberikan pressure lebih konsisten sambil tetap memiliki range, DPS, atau mobilitas bagus.
Granger membutuhkan positioning dan akurasi yang lebih tinggi untuk menghasilkan hasil serupa.
Ketika Rhapsody meleset atau target berhasil menjaga jarak, momentum damage-nya cepat menghilang.
Ultimate Death Sonata juga cukup mudah dibaca kalau digunakan dari posisi yang buruk.
Daripada melakukan revamp total, Granger sebenarnya bisa lebih dahulu mendapatkan adjustment pada konsistensi damage, laning, atau kemudahan menjaga tempo setelah menggunakan skill.
2. Kalea
Kalea sempat menarik perhatian karena membawa kombinasi Fighter dan Support yang cukup unik.
Masalahnya, fleksibilitas tidak selalu berarti hero tersebut otomatis kuat.
Di satu sisi Kalea ingin bermain dekat untuk mengaktifkan combo dan memberikan crowd control. Di sisi lain, masuk terlalu dalam membuatnya mudah menerima burst sebelum bisa menghasilkan value maksimal.
Heal dan utility miliknya juga harus bersaing dengan Support yang lebih konsisten seperti Rafaela, Floryn, Minotaur, atau Marcel.
Untuk EXP Lane, ia kembali harus berhadapan dengan Fighter yang punya pressure dan durability lebih jelas.
Karena Kalea masih termasuk hero relatif baru, menyebutnya wajib mendapat revamp besar mungkin terlalu cepat.
Adjustment angka, cooldown, atau peningkatan konsistensi combo akan lebih masuk akal sebagai langkah pertama.
3. Valentina
Valentina punya salah satu konsep Ultimate paling unik di Mobile Legends karena dapat menyalin Ultimate hero lawan.
Di atas kertas, mekanik ini membuatnya sangat fleksibel.
Masalahnya, efektivitas Valentina juga sangat tergantung kepada draft musuh.
Kalau lawan mempunyai Ultimate yang bagus untuk dicuri, Valentina bisa menjadi ancaman besar. Sebaliknya, ketika pilihan Ultimate lawan tidak terlalu berguna baginya, value I Am You ikut menurun.
Mage Mid Lane lain sekarang bisa memberikan wave clear, zoning, atau burst yang lebih konsisten tanpa harus bergantung pada draft musuh.
Inilah salah satu alasan Valentina sulit dinilai hanya dari mekanik.
Hero ini tidak kehilangan identitas. Justru identitasnya sangat kuat. Yang perlu diperbaiki adalah bagaimana ia tetap memberikan value ketika pilihan Ultimate lawan kurang ideal.
4. Karina
Karina pernah mempunyai periode yang sangat dominan, termasuk ketika build Tank menjadi populer.
Sekarang kondisinya berbeda.
Karina sangat bergantung pada kemampuan menyelesaikan target untuk melakukan reset dan melanjutkan combo.
Kalau burst pertama gagal menghasilkan kill, impact-nya bisa turun drastis.
Masalah ini semakin terasa ketika melawan komposisi yang tebal atau tim dengan peel kuat.
Jungler lain juga menawarkan lebih banyak utility. Ada yang punya crowd control, mobilitas lebih fleksibel, objective control, atau kemampuan masuk-keluar team fight yang lebih aman.
Karina masih sangat berbahaya ketika unggul level dan Gold. Tetapi saat permainan berjalan seimbang, kesempatan untuk mendapatkan reset tidak selalu mudah.
Adjustment yang mempertahankan identitas Assassin reset tetapi memberi sedikit ruang ketika gagal mendapatkan kill pertama bisa membuat Karina terasa lebih relevan.
5. Baxia
Baxia sebenarnya mempunyai identitas yang jelas: Tank mobile dengan kemampuan mengurangi efektivitas pemulihan lawan.
Namun, role yang bisa diisi Baxia sekarang mempunyai persaingan sangat ketat.
Untuk Jungle, tim membutuhkan hero yang mampu farming cepat, mengamankan objective, sekaligus memberikan ancaman saat kontes Turtle atau Lord.
Untuk Roam, Tank lain menawarkan engage atau crowd control yang lebih mudah dieksekusi.
Baxia memang bisa bergerak cepat menggunakan Shield Unity, tetapi masuk ke pertarungan belum tentu menghasilkan setup sebesar Atlas, Khufra, Tigreal, atau Minotaur.
Nilai anti-regen juga bisa terasa situasional ketika komposisi lawan tidak mempunyai banyak heal atau sustain.
Baxia belum tentu membutuhkan revamp total. Memperkuat identitasnya sebagai Tank anti-sustain dan objective controller mungkin sudah cukup membuatnya punya alasan lebih jelas untuk dipilih.
6. Zilong
Zilong menjadi salah satu contoh hero lama yang identitas dasarnya masih mudah dipahami tetapi semakin sulit diterapkan ketika level permainan meningkat.
Kekuatan utamanya tetap split push dan kemampuan mencari target yang terpisah dari tim.
Masalah muncul ketika pertandingan memasuki team fight terorganisir.
Zilong harus mendekati target untuk menghasilkan damage. Ia tidak memiliki durability setinggi banyak Fighter modern dan tidak mempunyai mekanik defensif kompleks untuk bertahan setelah masuk.
Supreme Warrior memang meningkatkan mobilitasnya, tetapi berlari cepat tidak selalu menyelesaikan masalah ketika lawan mempunyai beberapa lapisan crowd control.
Karena itu, permainan Zilong sering berubah menjadi dua ekstrem: berhasil mendapatkan flank dan menghabisi backline, atau masuk kemudian langsung dieliminasi.
Revamp ringan yang mempertahankan identitas spear Fighter dan split pusher tetapi memberinya lebih banyak opsi saat team fight akan menarik.
7. Balmond
Balmond masih mempunyai kelebihan yang sulit diabaikan. Cyclone Sweep mudah digunakan, sustain-nya bagus ketika membersihkan unit, sedangkan Lethal Counter dapat membantu mengamankan objective atau menyelesaikan lawan dengan HP rendah.
Sayangnya, paket tersebut mulai terasa terlalu sederhana ketika dibandingkan dengan Jungler dan EXP Laner yang lebih modern.
Balmond harus masuk ke jarak dekat untuk memberikan sebagian besar damage.
Ia juga tidak mempunyai engage kuat, hard crowd control yang konsisten, atau mobilitas tinggi untuk mengejar hero lincah.
Ketika unggul, Balmond masih bisa berlari masuk dan menghasilkan pressure besar.
Namun, ketika tertinggal, ia kesulitan menciptakan kesempatan sendiri.
Ini menjadi bagian yang layak diperbaiki. Revamp tidak harus mengubah seluruh kit, tetapi Balmond membutuhkan sesuatu yang membuat keputusan bermainnya lebih dalam daripada sekadar mendekat lalu memutar Cyclone Sweep.
Performa Hero yang Sedang Tertinggal

Snapshot Ranked pada akhir Agustus 2026 menunjukkan beberapa hero dalam daftar mempunyai win rate di bawah 50 persen.
| Hero | Win Rate Sekitar | Masalah Utama |
|---|---|---|
| Granger | 41,8% | Konsistensi damage dan persaingan Gold Lane. |
| Kalea | 43,2% | Value Support/Fighter belum konsisten. |
| Valentina | 45,1% | Terlalu dipengaruhi draft Ultimate lawan. |
| Karina | 45,7% | Sangat bergantung pada reset kill. |
| Baxia | 46,5% | Utility kalah fleksibel dari Tank lain. |
| Zilong | 46,6% | Sulit memberikan impact di team fight terorganisir. |
| Balmond | 46,9% | Mekanik sederhana dan mobilitas terbatas. |
Angka tersebut merupakan gambaran kondisi META pada periode tertentu, bukan statistik permanen. Satu patch buff atau nerf saja bisa mengubah posisi hero dengan cepat.
Hero Season 40 yang Sekarang Justru Sudah Kuat
Ini menjadi bagian penting kalau kamu membaca tier list atau artikel lama.
Beberapa hero yang sebelumnya dianggap tertinggal sudah tidak cocok lagi dimasukkan dalam kategori hero lemah pada Season 41.
Rafaela
Rafaela justru sedang menjadi salah satu Support dengan performa Ranked tertinggi.
Revamp passive Divine Resurrection membuatnya mempunyai fungsi tambahan setelah gugur. Heal, Movement Speed, dan utility miliknya juga kembali relevan untuk META team fight.
Masha
Masha juga tidak tepat lagi disebut EXP Laner buruk.
Statistik Ranked terbaru menunjukkan performanya sangat tinggi dan ia kembali menjadi salah satu pilihan kuat pada EXP Lane.
Khufra
Khufra tetap punya niche yang sangat berguna terhadap hero dengan dash.
Bouncing Ball dan Tyrant’s Rage membuatnya masih mempunyai alasan kuat untuk dipilih sebagai Roamer, terutama ketika draft musuh mempunyai banyak mobilitas.
Atlas
Atlas masih menjadi ancaman besar dalam team fight karena Fatal Links dapat mengubah arah pertandingan hanya dengan satu engage.
Memang Ultimate-nya bisa di-counter, tetapi kondisi itu tidak otomatis membuat Atlas menjadi hero buruk.
Miya
Miya justru menunjukkan performa Ranked yang tinggi pada Season 41.
Damage Basic Attack dan scaling-nya tetap berbahaya, sedangkan Hidden Moonlight memberi kemampuan reposition serta menghilangkan efek tertentu yang membantu Miya bertahan.
Gord
Gord memang masih memiliki kelemahan karena harus berdiri relatif statis ketika menggunakan Mystic Gush.
Namun, damage berkelanjutan, range, slow, dan pressure miliknya membuat Gord masih menghasilkan performa Ranked yang cukup baik.
Jadi menyebut Gord sebagai Mid Laner terburuk saat ini sudah tidak tepat.
Kaja Sudah Mendapat Revamp pada 2026

Kaja menjadi contoh lain kenapa artikel META harus terus diperbarui.
Pada Agustus 2026, Kaja sudah mendapatkan revamp yang mengubah gameplay-nya cukup besar.
Ia sekarang mempunyai identitas sebagai Support dengan mobilitas dan control yang lebih modern.
Artinya, kritik terhadap kit Kaja versi lama tidak bisa langsung digunakan untuk menilai Kaja setelah revamp.
Performa awal setelah revamp memang belum otomatis sempurna. Pemain masih perlu memahami mekanik baru, sementara developer juga bisa melakukan balancing lanjutan.
Apakah Semua Hero Win Rate Rendah Harus Direvamp?
Tidak.
Ini bagian yang sering hilang ketika membahas hero META.
Fanny misalnya bisa mempunyai statistik publik rendah karena mekaniknya sangat sulit. Hal yang sama berlaku pada hero seperti Lancelot atau beberapa hero dengan skill ceiling tinggi.
Kalau developer hanya melihat win rate lalu langsung memberikan buff besar, hero tersebut justru bisa menjadi terlalu kuat di tangan pemain spesialis.
Ada tiga pendekatan yang lebih masuk akal:
- Buff untuk menaikkan angka damage, durability, atau utility tanpa mengubah mekanik utama.
- Adjustment untuk memindahkan kekuatan hero dari satu bagian kit ke bagian lain.
- Revamp ketika mekanik dasar hero memang sudah tidak cocok dengan perkembangan game.
Dari tujuh nama tadi, Zilong dan Balmond termasuk hero yang lebih menarik dibahas untuk revamp karena desain dasarnya relatif lama.
Sementara Kalea dan Valentina mungkin lebih membutuhkan balancing daripada membongkar seluruh kit.
Hero Lemah Tetap Bisa Menang Kalau Draft-nya Tepat
Tier list bukan aturan bahwa hero tertentu dilarang digunakan.
Balmond masih bisa bagus ketika tim membutuhkan Jungler sederhana dengan kemampuan secure objective. Karina tetap mengerikan menghadapi komposisi squishy. Zilong juga masih bisa menghukum lawan yang buruk dalam menjaga side lane.
Masalahnya muncul ketika hero tersebut dipaksa masuk ke semua draft.
Hero C atau D tier yang menjadi counter tepat kadang jauh lebih berguna daripada hero S tier yang tidak cocok dengan komposisi tim.
Karena itu, memahami draft tetap lebih penting daripada sekadar menyalin urutan tier.
Buff dan Revamp Bisa Mengubah META Sangat Cepat

Mobile Legends terus berubah dari satu patch ke patch berikutnya.
Hero yang hari ini jarang terlihat bisa langsung masuk prioritas pick setelah mendapatkan adjustment. Sebaliknya, hero yang terlalu dominan bisa turun cepat setelah terkena nerf.
Rafaela, Masha, Miya, dan Khufra menjadi contoh mengapa penilaian terhadap hero tidak seharusnya diperlakukan sebagai sesuatu yang permanen.
Jadi kalau hero favoritmu sedang tertinggal, tidak berarti hero tersebut akan selalu berada di posisi yang sama.
Kalau kamu ingin menyiapkan Diamond untuk membeli hero, skin, atau Starlight setelah menentukan hero yang ingin dimainkan, kamu bisa melakukan top up Mobile Legends murah dengan proses top up instan melalui yokkstore.id. Cukup masukkan Game ID dan Server ID dengan benar tanpa perlu memberikan password akun Mobile Legends.
FAQ
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Apa hero MLBB yang sedang underperform di Season 41? | Beberapa hero dengan performa Ranked rendah pada akhir Agustus 2026 antara lain Granger, Kalea, Valentina, Karina, Baxia, Zilong, dan Balmond. |
| Apakah hero win rate rendah pasti jelek? | Tidak. Win rate juga dipengaruhi tingkat kesulitan hero, rank pemain, draft, matchup, serta popularitas. Statistik sebaiknya digunakan bersama analisis kit dan META. |
| Apakah Miya masih termasuk hero lemah di MLBB? | Tidak untuk kondisi Season 41 saat ini. Miya justru mempunyai performa Ranked yang tinggi sehingga tidak tepat lagi dimasukkan sebagai salah satu Marksman terlemah. |
| Apa bedanya buff dan revamp hero MLBB? | Buff biasanya meningkatkan kekuatan hero tanpa mengubah konsep utama, sedangkan revamp dapat mengubah skill, mekanik, visual, atau identitas gameplay secara lebih besar. |
| Apakah Kaja sudah mendapatkan revamp? | Ya. Kaja mendapatkan revamp pada Agustus 2026 sehingga kit dan cara bermain versi barunya tidak bisa dinilai menggunakan kondisi Kaja pada Season 40. |
